Ya Allah Beri Hidayah Orang Yang Akan Hancurkan Jatisari

0
90

Setelah pawai keliling, Masyarakat Jatisari kembali ke Pondok Pesantren Arroudhotul Wahida yang terletak di RT 50. Di sini para peserta diberi air mineral dan pembagian doorprize. Acara inti dimulai, Abi Hasan Basri Pemimpin Ponpes mengambil alih mic untuk memimpin Istighotsah.

Bapak-bapak berada di dalam Aula, sementara ibu-ibu dan anak-anak duduk rapi di tenda luar. Di awali dengan istighfar, semua peserta istighotsah larut dalam zikir, lalu dilanjutkan dengan bismillah dan zikir-zikir lainnya.

Dipertengahan Istighotsah, Abi mulai memanjatkan doa-doa dalam bahasa Indonesia, sementara peserta terus kompak berzikir. Doa yang dipanjatkan umumnya minta ampunan kepada Allah untuk diri kita sendiri, orang tua, kakek, nenek, saudara-saudara muslim, guru, pemimpin dan pamong Jatisari.

Selanjutnya doa untuk keberkahan Ponpes dan Kampung Jatisari, agar dijauhkan dari bala, diberi keselamatan dunia dan akhirat. Saat doa di khususkan untuk Lapangan Jatisari ada beberapa peserta yang meneteskan air mata. "Ya Allah, Berilah para pamong kekuatan untuk mendapatkan lapangannya kembali".

Doa ini memberikan kekuatan tersendiri di dalam hati pamong, pamong semakin mantap melangkah karena mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat Jatisari.

Air mata semakin deras mengalir, nafaspun mulai sesak menahan haru saat Abi berdoa " Ya Allah berikanlah Hidayahmu bagi orang-orang yang akan menghancurkan Jatisari, berikanlah hidayahmu bagi orang-orang yang akan menghancurkan pondok pesantren ini, selamatkan pak Jumadi dan kawan-kawannya ya Allah", Aminpun tak henti-hentinya keluar dari mulut para peserta, suara isak tangis jelas terdengar.

Isak tangis itu muncul karena hati ini sudah terlalu banyak disakiti oleh orang-orang yang ingin menghancurkan Jatisari, oleh ancaman-ancaman dari musuh-musuh Jatisari yang bertubi-tubi, ejekan-ejekan orang di luar sana yang merendahkan Jatisari, kami mengadu kepada Allah yang maha perkasa maha bijaksana dan memang kepada Allahlah tempat terbaik untuk mengadu.

Walaupun kita boleh mendoakan kehancuran bagi orang yang akan menghancurkan kita, tapi di sini Abi dengan bijaksana memilih untuk mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Lagi-lagi doa ini kembali menjadi spirit booster, penambah semangat bagi seluruh pamong dan masyarakat untuk terus melangkah memperjuangkan Lapangan dan Pondok Pesantren. Semoga Allah mengijabah doa-doa yang dipanjatkan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*