Selasa, 19 Maret 2019 pukul 11:00, Dua Orang Utusan dari Kampung Jatisari berjalan memasuki Kantor Bupati Lampung Selatan. Ini adalah Kedatangan mereka yang ke-tiga kalinya ke instansi ini.

Tercatat 27 Oktober 2017, selang 2 hari setelah Lapangan mereka digusur tol, mereka dan kawan-kawan (2 kadus, beberapa RT, Mas Anto, dan Kades) langsung menemui Bapak Bupati Zainudin Hasan saat itu. Atas izin Allah mereka bisa langsung berbicara dengan bapak Bupati dan staffnya terkait lapangan Jatisari yang digusur tol tapi belum diganti keberadaannya oleh pihak tol. Lalu Bupati langsung membentuk Tim untuk menyelesaikan Kasus ini. Permintaan mereka sederhana, Lapangan gabti Lapangan, mereka tidak butuh uang.

Karena Lapangan Belum juga diganti, maka mereka ditambah 2 personel kembali mendatangi Kantor Bupati pada 13 November 2018, kembali disambut oleh staff ahli pemerintahan Priyanto Putro.

Kedatangan kedua kali ini masih juga tidak membuahkan hasil, malah mereka disuruh membuat surat permohonan lagi, padahal setahun yang lalu surat itu sudah diserahkan ke Bupati dan Staffnya.

Akhirnya mereka membuat surat juga, dan untuk ketiga kalinya mereka kembali mendatangi kantor Bupati Lampung Selatan. Kali ini hanya berdua saja, mulut di lakban, membawa banner bertuliskan tuntutan “Tolong selamatkan Lapangan Jatisari Pak, 2 tahun digusur tol belum diganti keberadaannya”.

Mereka berjalan menuju pintu kantor sambil membentangkan banner, tentu saja satpol pp langsung sigap menyusul dan menghadang mereka. Satpol PP bertanya “Kalian mau apa?”. Mereka tidak bicara, hanya menunjukkan amplop coklat besar berisi berkas yang dialamatkan ke Bapak Bupati Lampung Selatan.

Satpol PP pun tahu maksudnya, berkas hendak diambil, tapi mereka tidak membolehkannya sambil memberi isyarat bahwa mwreka mau bicara langsung dengan bapak Bupati. Satpol PP pun menghubungi protokoler untuk bertemu Bupati.

Atas izin Allah, wartawan banyak sekali yang mendokumentasikan dan menanyai mereka, ternyata Kabupaten sedang ada Musrembang yang dihadiri seluruh camat Lampung Selatan, termasuk Camat mereka Ibu Kartika Ayu ada di Dalamnya.

Satpol PP kembali berbicara,enyampaikan bahwa Bupati sedang Rapat, Jika mau menunggu Silahkan lipat bannernya dan duduk di dalam, tapi mereka tidak mau melipat banner sambil menyampaikan isyarat bahwa sudah tahun lapangan merrka digusur tol belum diganti keberadaannya, sekarang mereka tidak bisa main bola lagi.

Karena semakin banyak wartawan yang hadir, dan situasi semakin ramai maka satpoll PP mengajukan pilihan, mau nunggu di dalam lipat banner atau menunggu di luar pagar. Akhirnya mereka memilih opsi pertama.

Di dalam ruang tunggu mereka di tanyai wartawan, tapi tetep saja mereka hanya memberikan bahasa isyarat atau jika wartawan masih belum mengerti maka mereka menulisnya.

Staff bupati menyatakan bahwa “Pak Bupati tidak bisa menemui mereka karena ada musrembang, apakah boleh diganti dengan yang lain?”. Mereka tidak mau, maunya mereka Bupati, karena mereka yakin, Bupati memeiliki pengaruh besar atas penyelesaian permasalahan yang mereka hadapi, Bupati sekarang adalah Nanang Ermanto. Sebenarnya pada Akhir Oktober 2017 pamong dan mereka sudah pernah menemui Nanang Ermanto yang saat itu Statusnya Wakil Bupati, di sini beritanya https://www.jatisariku.com/pamong-jatisari-temui-wakil-bupati/ .

Setelah memahami kesibukan Bupati mereka akhirnya mau diberi opsi lain. Mereka ingin menemui staf ahli, mereka tuliskan Syahrir (maksud mereka adalah Sahirul Alim), tapi protokol tidak ada yang tau Staf Ahli bernama Syahrir, padahal Sahirul Alim ada di depan mereka, maklum karena mereka belum pernah bertemu beliau.

Mereka akhirnya diberi opsi bertemu Priyanto Pitro staf Ahli pemerintahan dan Hukum. Lalu mereka ke Ruangan Priyanto dan membuka Lakban lalu menceritakan maksud tujuan mereka. Priyanto Paham, karena ini memang pertemuan ketiga bagi Merka dengan Staff Ahli ini.

Berkas sudah diterima, serah terimapun sudah dibuat, Priyanto Putro berjanji akan menangani permasalahan ini secara khusus, dan akan berdiskusi dengan pengadilan Kalianda, BPN dan instansi-instabsi terkait guna menyelesaikan permasalahan ini.

Merekapun pulang melalui pintu samping untuk menghindari wartawan, dan setelahnya mereka akan melakukan aksi serupa di DPRD Lampung Selatan dan Pengadilan Kalianda.

Berikut adalah link berita dati media-media yang meliput kedatangan mereka di Kantor Bupati Lampung Selatan.

http://lampung.tribunnews.com/amp/2019/03/19/dua-tahun-sengketa-lahan-tol-warga-dusun-jatisari-lakban-mulut-di-kantor-bupati?page=2
http://translampung.com/aksi-tutup-mulut-tuntut-ganti-lahan-lapangan-bola/
http://lampung.tribunnews.com/2019/03/19/lahan-desa-terkena-dampak-tol-lampung-2-warga-jatiagung-gelar-aksi-tutup-mulut
http://www.rmollampung.com/read/2019/03/19/8583/Jalan-Tol-Lampung-Masih-Sisakan-Aksi-Tuntutan-Ganti-Rugi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here