Kasus pencurian yang marak di Jatisari membuat Pamong Jatisari menjadi gusar dan geram. Tak hanya motor, Sapi, Ayam, Mobil, Bebek, kebo pun lenyap dalam semalam. Jatisari semakin rawan. Hal inilah yang membuat pamong sepakat untuk mengaktifkan kembali Ronda Malam bergilir.

Seperti halnya wilayah RT.47 Jatisari. Dari 80an Kepala Keluarga yang ada dibagi menjadi 2 Pos Ronda, dengan jadwal setiap KK sekali dalam seminggu harus ronda mulai dari jam 10-an malam sampai jam 4-an Pagi.

Anton Ketua RT.47 menyampaikan bahwa Ronda secara independent harus digalakkan, tidak harus menunggu perintah atasan, karena keamanan suatu wilayah akan menjadikan warganya hidup tenang, damai. Lain halnya jika kondisi tidak aman, maka tidurpun gelisah dan akan berakibat menurunnya produktifitas.

Dengan adanya ronda malam maka orang yang akan berbuat buruk pasti berpikir dua kali terlebih dahulu sebelum beraksi. Pengamanan yang ada di setiap RT akan berimbas pada keamanan RT sebelahnya. Dan akhirnya keamanan kampungpun dapat tercipta.

Reward and Punishment. Untuk menjaga agar Ronda tetap berjalan maka dibutuhkan kepemimpinan RT yang baik yang menerapkan reward (hadiah) and Punishment (hukuman) terhadap warganya yang aktif ronda dan yang tidak aktif. Jika ketegasan tidak ada maka Ronda tidak akan berjalan.

Tetapi hal yang paling terasa adalah dengan adanya ronda maka insyaallah lingkungan akan menjadi aman dan silaturahmi antar tetangga akan semakin erat.

Untuk RT.46 sendiri sudah mulai menyusun jadwal yang secepatnya akan segera dijalankan kegiatan Ronda. RT-RT lainpun akan aegera mengaktifkan ronda, supaya Jatisari benar-benar bisa aman, setidaknya orang akan lebih segan untuk “bermain” di Jatisari.

Kita sudah cukup lelah dengan kasus pencurian yang terjadi di Jatisari, oleh karena itu, jika bukan sekarang kapan lagi, jika bukan kita siapa lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here