Waspadai Melena BAB Darah Hitam

0
29

Siapa yang mau sakit, pasti tidak ada yang mau, tapi saat sakit datang kita harus siap untuk mengantisipasinya dan melakukan tindakan yang cepat dan tepat.

Salah satu penyakit yang tergolong penyakit berbahaya adalah penyakit Melena, yaitu Buang Air Besar berwarna hitam seperti darah beku.

Penyakit ini terjadi adanya luka pada saluran pencernaan, biasanya di bagian Lambung, Usus Dua Belas Jari, atau bagian Usus lainnya.

Penyebab luka tersebut bisa jadi dari makanan seperti mie, dan makanan bersantan, yang dikonsumsi secara berlebihan. Menurut salah satu dokter penyakit dalam, di dalam mie ada zat yang bisa menjadikan usus kita tipis dan mudah luka, luka inilah yang menyebabkan berak darah.

Dalam kasus lainnya juga dikarenakan terlalu jor-joran mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri, misalnya obat-obatan warung penghilang rasa nyeri sendi atau sakit kepala yang dikonsumsi secara terus menerus dan berlebihan.

Orang yang terkena Melena biasanya memiliki raut wajah kekuningan, lesu, lemas, karena darah yang keluar dari tubuh, sehingga penderita tersebut kekurangan darah. Biasanya juga memiliki tensi rendah di bawah 100. Apalagi jika pasien biasanya darah tinggi tapi setelah berak darah tensi langsung drop, ini menandakan Melena akut.

Jika terjadi BAB (buang air besar) darah warna hitam yang banyak, pasien harus segera ke dokter atau di bawa ke rumah sakit, jika dibiarkan akan sangat berbahaya, pasien bisa mengalami syok ( pingsan ) kehilangan kesadaran dan akan fatal akibatnya jika terlambat ditangani.

Kadar Hemoglobin (HB) dari orang yang berak darah secara otomatis langsung drop, standar umum HB orang sehat adalah di atas 12, jika terkena Melena bisa saja HB hanya 6. kondisi ini biasanya pasien sudah tidak bisa jalan sendiri.

Cara penyembuhan penyakit ini adalah dengan obat-obatan untuk menyembuhkan luka pada saluran pencernaan, dan harus dibarengi dengan transfusi darah supaya HB bisa segera naik menjadi normal sehingga tubuh mampu melakukan perlawanan terhadap luka yang ada.

Dalam kasus Melena akut, sehari pasien bisa BAB darah hitam sampai 9 kali, jadi setiap selesai transfusi darah maka darah akan segera keluar lagi melalui BAB, jadi seakan-akan darah yang masuk langsung keluar lagi.

Dalam kasus seperti ini, kita harus mempersiapkan stok darah agar mampu mengimbangi darah yang keluar, baiknya jika ada donor darah dari yang sedarah misalnya dari ayah ibu pasien atau dari anak cucu kakak beradik si pasien, insyaallah bisa lebih barokah.

Langkah selanjutnya adalah Jangan panik, panik hanya akan membuat pasien semakin stress , stress malah akan memicu keluar darah semakin banyak. Serahkan semuanya dengan dokter penyakit dalam yang menanganinya dan kita jalankan alur terapi yang dianjurkan. Selain itu harus banyak-banyak berdoa agar Allah mengangkat sakit si pasien. Ora at labora berdoa dan berusaha.

Jika dalam waktu 3 hari terapi obat dokter belum menghentikan BAB darah, biasanya dokter menyarankan untuk dilakukan endoscopy yaitu memasukkan alat berbentuk kamera dari mulut berjalan menuju lambung dan usus dua belas jari.

Dengan endoscopy maka dokter akan tahu penampakan kondisi di dalam Pencernaan, penderita Melena umumnya pada lambung terdapat lecet-lecet seperti sariawan, dari sinilah darah keluar lalu bercampur enzim-enzim pencernaan sehingga keluar BAB berwarna hitam.

Jika dari mulut ke lambung tidak ditemukan luka maka akan dilakukan peneropongan dari anus menuju usus besar hingga ke bagian arah dalam. Langkah tambahan lainnya bisa juga dilakukan USG perut.

Setelah dokter menemukan jenis lukanya maka terapi pemilihan obat yang tepat bisa dilakukan dan Insyaallah penyakit pasien bisa segera sembuh.

Jika luka terobati maka darah akan berhenti keluar dan HB insyaallah akan stabil, pasien bisa segera pulang dan terapi lanjutan bisa dilakukan di rumah serta kontrol seminggu kemudian untuk melakukan pemantauan dan tindakan terapi  obat lanjutannya.

Jangan sepelekan berak darah yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari, apalagi dalam jumlah yang banyak. Segeralah ke dokter, jika tidak ada perubahan segeralah berobat dirumah sakit.

Bisa dibayangkan, di rumah sakit saja jika dokter tidak segera menemukan terapi obat yang tepat maka pasien bisa 3 hari berak darah dan sehari bisa sampai 9 kali, akibatnya sehari bisa melakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong agar kondisi tubuh bisa "dipertahankan".

Kesehatan itu mahal, kita harus menjaganya, makanlah makanan mie, santan, pedas secukupnya jangan jor-joran (berlebihan). Minum obat sakit kepala juga jangan jor-joran dalam waktu yang lama dan terus menerus. Dengan jor-joran  Melena bisa saja mengancam pencernaan kita.

Wallahualam

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*