Uang Tidak Dibawa Mati

0
262

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami" (QS: Al-Anbiyaa':35).

Jadi kita sebagai orang hidup kita pasti mati, selama hidup ini adakalanya kita dapat rezeki lapang, dan adakalanya rezekinya sempit, semua itu cobaan ujian, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Dan hanya kepada Allah kita kembali untuk mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan selama di dunia.

Wahai saudara-saudaraku sekampung sehalaman, ayat di atas adalah peringatan bagi kita bahwa kita pasti akan mati. Saat mati kita tidak akan membawa apa-apa, hanya kain kafan dan amal kita yang menemani kita. Uang, anak,  istri, harta, mobil, dan lainnya tidak dibawa mati.

Harta yang dibawa mati adalah harta yang kita infakkan di jalan Allah, sudahkah kita bersedekah lillahita'alla? Sudahkah kita mewakafkan tanah – tanh kita di jalan Allah, sudahkah kita didik anak istri kita agar tetap istiqomah di Jalan Allah? Jika belum, mari sedikit demi sedikit kita adakan bekal untuk negeri akhirat yang kekal. Dunia ini hanya numpang berteduh saja. Diujung hidup kita hanya akan mendapatkan 1×2 meter saja.

Sedulurku, jika memang kompleks Tanah Lapangan itu kita yakini bukan milik kita, maka mundurlah, mundurlah jauh-jauh, jangan ambil harta yang bukan milik kita, karena di akhirat nanti kita akan ditanyai dari mana kita dapat harta itu dan dikemanakan harta itu. Jikapun pengadilan dunia selamat, maka kita tidak akan selamat di pengadilan akhirat.

Miskin, kaya, itu ujian, cobaan, jangan nekat, jangan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkannya. Semua itu ada balasannya. Kalau cara kita buruk akan dibalas dengan keburukan, jika cara kita baik maka akan dibalas dengan kebaikan juga dan Allah tidak tidur, malaikatnya selalu ada di kanan kiri kita untuk mencatat apapun yang kita lakukan. Cepat atau lambat, didunia atau akhirat pembalasan itu Pasti terjadi.

Tapi, jika kita yakin kompleks tanah lapangan itu milik kita maka berjuanglah, maju terus, perjuangkan hak kita, perjuangkan sampai titik darah penghabisan, jikapun kita kalah di persidangan dunia, maka yakinlah di akhirat nanti masih ada pengadilan Allah yang maha adil maha bijaksana.

Untuk tahu mana itu hak kita atau bukan maka tanyakanlah pada hati nurani kita, tak usah kita terprovokasi dengan siapapun, tanyalah hati nurani kita. Allah menciptakan hati ini untuk merasa, untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Jika masih ragu, sholat istikhoroh-lah supaya kita yakin atas apa yang jadi keputusan kita.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada hati nurani kita agar selalu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita dan selalu memberi petunjuk kepada kita mana yang baik mana yang buruk, dan diberikan kekuatan untuk menjalankannya sehingga bisa menyelamatkan kita di dunia maupun di akhirat. amin.

Ingat mati dan berbuat baiklah untuk sesama. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk lainnya. Jangan risau jangan galau, jika di dunia ini di zholimi maka masih ada kampung akhirat yang pasti akan berbuat adil kepada segala perbuatan kita saat di dunia. Yakinlah, Allah maha Pengasih dan Maha Penyayang.

"Oleh karena itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. Dan orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya" (QS: Al-'Alaa 9-11)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*