Petak Umpet Jatisari

0
955

Siapa yang tidak tau Petak Umpet?. Seluruh anak-anak nusantara mengenali permainan ini dengan nama berbeda-beda untuk tiap daerahnya. Permainan ini bisa dimainkan oleh puluhan anak, seorang anak akan dijadikan penjaga dan sisanya bersembunyi. Proses pemilihan penjaga ditentukan dengan hompimpah dan swit.

Permainan ini dimulai dengan penjaga berdiri memegang tiang atau pohon yang dijadikan sebagai basecamp, anak tersebut menutup mata dan menghitung sampai 20, sementara pemain lainnya bersembunyi. Setelah selesai menghitung, penjaga mencari satu demi satu para pemain yang bersembunyi, saat penjaga sudah mendapati pemain yang bersembunyi maka penjaga harus menyebutkan namanya lalu sesegera mungkin memegang base camp, jika basecamp terpegang terlebih dahulu oleh pemain yang bersembunyi maka seluruh pemain yang sudah didapat akan bersembunyi lagi dan sipenjaga menghitung lagi satu sampai 20.

Penjaga akan berhenti menjaga jika sudah berhasil mendapatkan seluruh pemain yang bersembunyi dan yang bertugas sebagai penjaga selanjutnya adalah pemain yang pertama kali didapat oleh sipenjaga, kali ini sipenjaga sebelumnya ikut bersembunyi.

Peraturan permainan ini di masing-masing daerah kemungkinan ada sedikit perbedaan, seperti istilah kebakaran. Di Kampung Jatisari, istilah kebakaran adalah jika sipenjaga salah menyebut nama pemain yang bersembunyi, kesalahan penyebutan nama ini biasanya terjadi karena para pemain yang bersembunyi saling berganti baju atau ada pemain yang menutupi wajahnya dengan sesuatu sehingga penjaga akan salah sebut nama. Jika terjadi kebakaran maka seluruh pemain yang sudah didapat akan kembali bersembunyi dan sipenjaga kembali berjaga.

Untuk lebih jelasnya, di atas telah kami hadirkan film dokumenter ”Petak umpet” yang diperankan oleh anak-anak jatisari Lampung Selatan. Nilai-nilai moral yang bisa diambil dari permainan ini adalah:

  1. Dalam sebuah permainan kita harus siap kalah siap menang, jika kita siap main maka kita harus siap jika kita kurang beruntung dengan menjadi penjaga.
  2. Saat menjadi penjaga kita harus terima dengan ikhlas dan lakukan tugas sebaik-baiknya, atur strategi, kencangkan lari kita, dan semangat harus tetap dijaga agar kita mampu menyelesaikan tugas kita.
  3. untuk dapat bermain permainan ini anak-anak harus mampu bersosialisasi dengan teman-temannya, jika anak tidak bisa bersosialisasi pasti akan diasingkan oleh lainnya, sehingga tidak bisa mengikuti berbagai permainan. Untuk bersosialisasi anak-anak harus memiliki sifat yang baik, jujur, tanggung jawab, semangat tinggi. Bayangkan jika si anak saat dia menjadi penjaga tetapi tidak semangat, malas-malasan bisa jadi dikemudian hari anak ini tidak akan dibolehkan mengikuti permainan lagi. Semakin baik sikap kita maka kita semakin disenangi teman-teman.
  4. Untuk mendapatkan fisik yang kuat maka anak-anak akan mengupayakan cara-cara terbaik untuk menguatkan fisiknya seperti makan yang banyak, minum yang banyak, latihan lari-lari yang banyak sehingga ini akan berdampak baik pada tumbuh kembang anak. Anak-anak akan dengan sendiri terpacu untuk menjadi yang terbaik di lingkungannya.

Permainan traditional ini sangat sederhana, murah, meriah, namun dibalik itu semua ada banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh anak-anak kita, mereka cenderung lebih disiplin makan, disiplin jam tidur, dan kedisiplinan ini akan diterapkannya juga dalam berbagai hal seperti belajar, sholat dan lain-lain tergantung dari pengarahan orangtuanya.

Berbeda jika anak-anak sudah kecanduan game online maka yang ada diotaknya adalah individualisme karena permainan ini bisa dimainkan sendiri, selain itu juga terkadang anak-anak yang sudah kecanduan game online akan lupa segalanya, lupa makan, lupa sholat, bahkan tak sedikit yang lupa untuk pulang ke rumah sehingga membuat panik orang tuanya.

Game online juga permainan yang harus dibayar dengan uang yang cukup banyak, merekapun biasanya menggasak uang jajan untuk bisa bermain game, ini yang menyebabkan mereka tidak makan karena uang jajan sudah ludes untuk bermain game, kelanjutannya mereka akan rentan terserang berbagai penyakit. Kita selaku orang tua harus mengetahui hal ini dan harus bisa mengendalikan prilaku anak kita dengan bijaksana.

Mari ajak anak-anak kita kembali mengenal Petak Umpet, mari ajak mereka bermain tanah, mari ajak mereka bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungannya, mari mengajak mereka berkeringat dan sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*