Prediksi Penentuan Awal Puasa dan Lebaran 2014

0
848

Bersiap-siaplah menghadapi perbedaan dalam menentukan awal puasa di tahun 2014 ini, nampaknya tahun ini akan sama dengan tahun kemarin dimana saudara kita dari Muhammadiyah akan mengawali Puasanya pada tanggal 28 Juni 2014, sementara itu jika pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia masih menggunakan kriteria yang sama dengan tahun kemarin dalam menentukan awal puasa maka pemerintah kemungkinan besar akan mengawali puasa pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2014.

Perhitungan yang kami lakukan menggunakan software Accurate Times 5.3, software tersebut dapat melakukan perhitungan (hisab) dalam penentuan awal Ramadhan. berdasarkan Accurate times, Ijtimak atau Konjungsi atau bisa disebut sebagai kondisi dimana Bulan bertemu dengan Matahari atau bisa disebut juga hari terakhir pada bulan-bulan kalender hijriyah atau jika bumi, bulan, matahari sejajar pada saat ijtimak akan terjadi Gerhana Bulan/Matahari. Ijtimak akan terjadi pada hari Jumat tanggal 27 Juni 2014 jam 15:08 WIB. dengan mengatur lokasi pengamatan di Jakarta, maka matahari akan tenggelam pada pukul 17:49, sementara itu ketinggian bulan saat matahari tenggelam sebesar 00 derajat:39′:39″ (0,7 Derajat) dari ufuk barat. Bagi saudara kita yang Muhammadiyah yang menggunakan sitem Hisab (Perhitungan), nilai ketinggian hilal 0,7 Derajat berarti bulan sudah wujud (ada) sehingga mereka memutuskan bahwa awal puasa adalah keesokan harinya yaitu tanggal 28 Juni 2014 merupakan awal bulan ramadhan 1435H/2014.

Berbeda dengan Pemerintah NKRI yang menggunakan sistem Rukyat (Hilal) dimana hilal dikatakan ada jika sudah terlihat oleh mata, baik menggunakan mata telanjang maupun dengan bantuan alat optik syaratnya hilal yang dapat dilihat dengan alat optik memiliki ketinggian di atas 2 derajat. karena ketinggian hilal berdasarkan perhitungan hanya 0,7 derajat maka hilal kemungkinan besar tidak dapat dilihat walaupun menggunakan alat optik. Dengan demikian kemungkinan besar pemerintah akan membulatkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari, sehingga kemungkinan besar awal puasa jatuh pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2014.

Selanjutnya mari kita coba memprediksi penetapan Hari raya Idul Fitri 1435 H /2014 M. Ijtimak pada akhir bulan ramadhan terjadi pada tanggal 27 Juli 2014 pukul 05:42 WIB, matahari tenggelam pada pukul 17:54 WIB dengan ketinggian hilal 3 derajat:58′:53″ mendekati 4 Derajat (1 derajat=60′). dengan ketinggian 4 derajat maka hilal sudah wujud (ada) dan berdasarkan sistem rukiyat nilai ini dianggap sudah dapat dilihat, sehingga baik antara Muhammadiyah dan Pemerintah kemungkinan besar akan sama-sama menetapkan tanggal 28 Juli 2014 sebagai hari Raya Idul Fitri.

Perkiraan perhitungan di atas berlaku jika sistem yang digunakan pemerintah sama dengan yang digunakan pada tahun 2013 kemarin. jika perbedaan sistem tersebut terus digunakan maka perbedaan-perbedaan akan terus terjadi di kemudian hari jika posisi hilal memiliki ketinggian dengan nilai kritis ( 0~2 Derajat), dan hanya alam yang akan menyamakan perbedaan-perbedaan itu, seperti perhitungan di atas, awal puasa berbeda, tetapi Lebaran sama. hanya Alam yang akan menyatukan hasil dari perbedaan sistem yang digunakan. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua warga NKRI sehingga bisa menyatukan sistem tersebut sehingga kita bisa sama-sama puasa dan Lebaran pada waktu yang sama dari Sabang sampai Merauke. Amin

Ormas-ormas Islam di Indonesia memilki kriteria yang berbeda-beda dalam menentukan awal bulan kalender Hijriyah, dan yang paling bijaksana adalah hargai perbedaan itu dan yakini apa yang hati anda yakini, jika anda yakin 28 Juni 2014 awal Ramadhan, maka puasalah hari itu, jika anda yakin 29 Juni 2014 sebagai awal ramadhan maka puasalah hari itu. Baik Pemerintah maupun muhammadiyah masing-masing memiliki dalil hisab-rukyat yang Insyaallah sama-sama benar. Wallahualam.

Kami warga Jatisari, khususnya jamaah Musholah Nurul Iman melalui musyawarah menetapkan bahwa untuk penentuan awal puasa kami mengikuti pemerintah, dengan demikian maka pada jumat malam 27 Juni 2014 kami akan melaksanakan sholat Isya berjamaah, lalu mengadakan acara “Punggahan” sambil menunggu pengumuman dari pemerintah, Jika malam itu pemerintah mengumumkan besok puasa maka kami malam itu juga kami akan melaksanakan sholat tarawih berjamah, jika pemerintah menetukan awal puasa hari minggu maka kami akan mulai tarawih kesokan harinya. Apapun yang diumukan oleh pemerintah maka akan kami teruskan ke warga melalui Toa Musholah, sehingga warga sekitar Musholah dapat mengetahuinya. Untuk urusan kapan awal puasa, kami sudah memutuskan untuk menyerahkan kepada keyakinan masing-masing warga, jika ada yang yakin sabtu puasa kita hormati, jika ada yang yakin Minggu kita juga harus saling menghormati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*