Lapangan JFC Digusur Tol Sumatera Sampai Sekarang Belum Diganti

0
45
Sisa lapangan Jatisari yang digusur Tol Trans Sumatera. Dari total 11.000 meter persegi, sekarang tinggal 200an meter persegi.
Sisa lapangan Jatisari yang digusur Tol Trans Sumatera. Dari total 11.000 meter persegi, sekarang tinggal 200an meter persegi.

 

Salah satu cuitan pemain Jatisari Football Club yang Lapangannya digusur Tol Trans Sumatera tapi sampai saat ini belum diganti.

Kok bisa begini ya semangatnya. Kalian luar biasa, teruslah bicara dengan kemampuan yg kalian miliki, saya yakin kalian ini tipikal orang cerdas, otak berputar, cari solusi saat ada masalah. Tidak ada lapangan tapi kalian tetep bisa mengkader junior-juniornya.

Teruslah bicara dengan langkah nyata, biar bapakmu, kakangmu, pakdemu, lelekmu, mbahmu, tonggomu, RTmu, kadusmu, kadesmu, Camatmu, Bupatimu, Dewan-dewanmu, Gubernurmu, Presidenmu tau bahwa Jatisari yang lapangannya digusur tol dan belum diganti akan terus menuntut untuk diganti.

Maaf, bukan type kami untuk rusuh, ini adalah gaya kami untuk menunjukkan pada dunia bahwa jatisari football club masih ada walau lapangannya udah digusur tol, udah gak ada lagi.

Bagi yang masih punya pikiran hanya ingin mengambil keuntungan pribadi, cobalah sedikit liat mereka yg butuh lapangan, tak ada sedikit hatikah untuk bermusyawarah menyatukan visi misi demi tergantinya lapangan jatisari.

Duit sudah ada, surat-surat sudah jelas, lapangan yang mau dibeli sudah ada, yang belum ada hanya persatuan dari warga jatisari dan jatimulyo sehingga perjuangan penggantian lapangan Jatisari TIDAK FOKUS.

Dan perlu diingat teman-teman, ini juga atas izin Allah, angkatlah tangan di setiap habis sholat-sholat kalian, mohonlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, doalah karena atas izin Allah dengan doa bisa merubah semuanya setelah seluruh usaha dikerahkan.

Teruslah bicara dengan karya. Para pamong, mohon perjuangan JFC ini jangan dianggap bahwa tanpa lapangan sendiri mereka masih bisa main, ini yang harus kita apresiasi dan jadi penyemangat para pamong bahwa kita harus menyediakan lapangan untuk anak cucu kita, kita jangan membuat jatisari menjadi RENDAH. Ingatlah sesepuh kita yang berjuang menyediakan lapangan untuk anak cucunya, dan sekarang kita harus berjuang seperti itu.

Perlu dimetahui, sejak Oktober 2017 Lapangan Jatisari digusur pihak Tol Trans Sumatera dan sampai sekarang (Juli 2018) Lapangan tersebut belum ada penggantinya, anak-anak JFC harus "ndompleng" di lapangan kampung tetangga untuk bisa latihan sepak bola.

Luas lapangan 11.000 meter persegi kini tinggal tersisa sebidang bentuk segitiga dengan luas 200an meter persegi. Camat Jati Agung dan Bupati Lampung Selatan sudah ditemui oleh Pamong Jatisari, tapi sampai sekarang belum terganti lapangannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*