Judi sumber Kemiskinan

0
2229

 

Judi (judi), menjanjikan kemenangan
Judi (judi), menjanjikan kekayaan
Bohong (bohong), kalaupun kau menang
Itu awal dari kekalahan
Bohong (bohong), kalaupun kau kaya
Itu awal dari kemiskinan

Judi (judi), meracuni kehidupan
Judi (judi), meracuni keimanan
Pasti (pasti), karena perjudian
Orang malas dibuai harapan
Pasti (pasti), karena perjudian
Perdukunan ramai menyesatkan

Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam
Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah
Yang kaya bisa jadi melarat, apalagi yang miskin
Yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah
Uang judi najis tiada berkah

Uang yang pas-pasan karuan buat makan (ooo, ooo)
Itu cara sehat ‘tuk bisa bertahan
Uang yang pas-pasan karuan ditabungkan (ooo, ooo)
Itu cara sehat ‘tuk jadi hartawan

Apa pun nama dan bentuk judi
Semuanya perbuatan keji
Apa pun nama dan bentuk judi
Jangan lakukan dan jauhi

Di atas adalah syair Lagu Judi yang dipopulerkan oleh Soneta Group bang H. Rhoma Irama.  Bang Rhoma secara gamblang  menekankan bahwa orang berjudi itu awalnya diiming-imingi bakal kaya dan bakal menang. dalam perjudian, jika memang tebakan tepat, seorang penjudi akan mendapatkan bonus hingga ratusan bahkan ribuan kali lipat dari modal yang dia keluarkan. inilah yang membuat banyak orang tergiur dan ujung-ujungnya malas bekerja dan selalu mengandalkan judi. tapi pada kenyataannya berjudi akan membuat orang semakin malas dan akhirnya akan jatuh miskin, terutama miskin iman dan hartanya akan dijauhkan dari barokah Allah SWT. Harta yang tidak barokah akan mendatangkan rasa gelisah tiap hari, selalu merasa kurang, dan kehidupannya jauh dari Allah SWT.

Fulan menceritakan pengalaman mengenai perjudian yang pernah menghinggapi kehidupannya. uang hasil gajian sebulan hampir 2/3 bagiannya digunakan untuk berjudi sisanya untuk anak istri. semakin dia kalah maka semakin dia penasaran, akhirnya karena modal habis dia berhutang dengan rentenir. wal hasil, bukan kemenangan yang dia dapatkan tapi kebangkrutan dan hutang puluhan juta. jika dipikir puluhan tahun dia bekerja, penghasilannya pernah mencapai hampir 10 juta per bulan, tapi semuanya habis untuk berjudi bahkan menyisakan hutang puluhan juta yang harus dibayar.

Dengan Rahmat Allah, Akhirnya si Fulan sadar bahwa kebiasaannya selama ini jauh dari barokah. sekarang dia mulai sadar, dia berhenti dari perjudian dan sholat dia tunaikan. saat gajian, dia serahkan seluruh gajinya untuk istrinya, dia tidak menyembunyikan sedikitpun. Walaupun gajinya ditempat dia sekarang bekerja tidak lebih dari 5 juta, namun dia sudah bisa hampir melunasi 80% hutang-hutangnya dan memberikan sandang pangan papan yang layak untuk anak istrinya. inilah barokah, walaupun gaji kecil namun semua kelihatan hasilnya. Semoga Allah memberikan keluarga Fulan kecukupan rezeki dan rahmat, serta barokah. amin.

ada lagi fulan yang lain, mereka bekerja di sebuah perusahaan, tapi setiap hari yang dipikirkannya selalu nomor-nomor dan nomor, akhirnya etos kerjanya berkurang, produktifitas berkurang, kedisiplinan menurun. Perusahaanpun tidak mau rugi, akhirnya dia diberhentikan. ntah sekarang dimana rimbanya, Semoga Allah SWT menyadarkan beliau sehingga bisa kembali ke Jalan yang benar. Amin.

Gaji yang pas-pasan sebaiknya ditabung, dengan menabung kita bisa membeli apapun yang kita butuhkan, si Fulan lainnya yang rajin menabung, pekerja giat, dan hemat kini sudah mampu membuat "Gubuk" untuk anak istrinya. sekali lagi itulah Barokah, Allah akan memberkahi harta orang-orang yang benar-benar mencari Ridho-Nya. bahkan seorang Pemulungpun bisa berkurban di hari raya Idul Adha. tukang bubur naik haji, tukang es naik haji, mereka semua adalah contoh orang-orang yang mendapat barokah dari Allah. mari kita bekerja dengan niat mencari rezeki yang halal untuk anak istri kita, mencari barokah Allah, InsyaAllah Allah akan mencatatnya sebagai pahala dan kitapun mendapat barokahnya. Amin.

Mulai sekarang siapapun yang masih menyentuh judi dengan bermacam-macam bentuknya mari kita sadar, sadarlah bahwa perjudian tidak membawa barokah, mari sadarlah, mari berhenti dari perjudian sebelum Allah melaknat kita. mari bekerja dengan mengharap barokah dari Allah SWT.

Dalam surat Almaidah Ayat 90-91, Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

Dari Ayat di atas sudah jelas bahwa judi, minuman keras itu akan membuat kita jadi orang rugi, dan Allah  menjauhkan dari Keberuntungan. Ingat, setelah mati ada surga dan neraka, semua tergantung dari bekal kita di dunia. marilah mencari pahala sebanyak-banyaknya dan meninggalkan perbuatan yang pasti merugikan kita. Semoga Allah SWT memberikan barokah kepada kita semua. amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*