Di Atas Lapangan Jatisari Masih Ada Langit

0
52

Betapa lelahnya para bapak-bapak kami memperjuangkan kompleks tanah Lapangan Jatisari yang akan tergusur Jalan Tol Trans Sumatera, kesana kemari tak henti-hentinya mereka mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan tentu saja uang, walaupun ada sebagian orang yang menganggap bahwa perjuangan mereka ada kepentingan.

Semakin kesini, semakin saya dekat dengan mereka, semakin tau kondisi mereka, semakin tak berdaya otak ini untuk mengatakan bahwa mereka ada kepentingan. Bisa kalian cek, bisa kalian intrograsi satu persatu, layangkan kepada mereka pertanyaan seputar tanah lapangan, lalu dengar jawabannya, setelah itu olahlah informasi mereka itu dengan logika dan hati nurani, tapi jangan dengan emosi dan hawa nafsu, maka akan didapat kesimpulan siapa mereka, apa visi misi mereka. Wallahualam, Allah yang maha tahu segalanya.

Berbulan-bulan beliau-beliau ini mendapat hantaman keras dari dalam dan luar, kiri-kanan, atas-bawah, dan mungkin hantaman dari kami karena ketidaktahuan kami dan prasangka buruk kami. tapi aku melihat ketenangan di wajah-wajah mereka, Seakan mengatakan bahwa mereka tidak ada masalah, tidak ada beban, "kami tidak apa-apa" itu mungkin pesan yang ingin disampaikan ke sekililingnya.

Di usia senja seperti ini seharusnya mereka sudah istirahat, bermain dengan cucu, melakukan hobi-hobi mereka, atau khusyuk beribadah. Tapi kini mereka harus berjuang melawan hantaman demi hantaman dan pengadilan demi pengadilan. Terus terang, hati ini tak rela melihat peristiwa ini, tapi selaku warga negara yang taat hukum, sudah seharusnya kita mengikuti apapun proses hukum yang ada.

Harapanku sebagai warga negara yang taat hukum adalah semoga pengadilan di negeri ini bisa benar-benar menjadi pengadilan, pengadilan yang bisa memutuskan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Semoga bapak-bapak kita ini kuat sehat dan dapat bicara jujur apa adanya, apapun hasilnya, semoga Allah dapat menyelamatkan mereka. Amin. 

Salah seorang dari mereka adalah kepala sekolahku saat SD, pak Sarjiyo namanya. Aku masih ingat saat pertama kali beliau masuk kelas. kami seisi kelas menyambut kedatangan beliau dengan sebuah lagu yang isinya doa sebelum belajar, tetapi dipertengahan lagu, kami seisi kelas lupa dengan lirik lagunya, kami terdiam, beliaupun diam dan berwajah tenang. Lalu kami ubah lagu itu dengan surat Al Fatihah. Dalam hatiku berkata "haduh, kami tidak hapal, pasti habis ini kami dimarahin sama pak kepala sekolah yang baru ini".

Setelah Alfatihah selesai dan kami ucapkan salam, beliau menjawab salam dan mulai memberikan wejangan-sambutan, dan di sepanjang sambutan beliau, tidak kami temui teguran atau komplain tentang lupanya lagu kami. Sejak saat itu aku takjub dengan beliau, seperti sekarang ini aku takjub dengan ketenangan beliau.

Perjuangan untuk mendapatkan Lapangan yang baru ini harus berkelok-kelok, berliku-liku, amat berat dirasa, berbagai pintu kami ketuk, pengadilan Kalianda, Polda Lampung, dan mungkin sebentar lagi pengadilan-pengadilan lainnya sudah siap menunggu. Tapi ada satu pintu yang seharusnya kita harus mengetuknya bersama-sama, berjamaah, berombongan, yaitu pintu langit.

Di atas Lapangan ada Langit, di Langit ada Allah yang maha adil, maha bijaksana, maha membolak-balikkan hati, ada baiknya dan seharusnya kita berjamaah, rame-rame, kita ketuk pintu langit, bisa dengan di rumah masing-masing setelah sholat atau kita berkumpul di Lapangan berdoa bersama untuk memohon keberkahan Lapangan ini.

Saudaraku se-Jatisari dimanapun kalian berada, hidup ini bukan hanya sekali, saat kita mati kita memang dikubur, tapi saat kiamat nanti kita akan dibangkitkan lagi, kita akan dimintai tanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan di dunia. Jadi, hidup di dunia ini jangan menuruti hawa nafsu, jangan berbuat zalim, jangan menyakiti orang lain, jangan mengambil yang bukan hak kita.

Percayalah, jika pengadilan dunia tak sempat menyentuh kita, maka pengadilan akhirat PASTI akan menyentuh kita, kita harus dengan azab Allah. Allah tidak tidur, maha tahu, maha teliti catatannya, maha adil, dan akan membalas sesuai dengan amal perbuatan kita.

Surga sudah Allah siapkan berikut dengan segala kenikmatan, Nerakapun sudah disiapkan berikut dengan segala siksa dan azab yang amat pedih. Sekali lagi, takutlah kita semua kepada Azab-azab Allah yang bisa saja disegerakan atau sengaja ditunda untuk kehidupan akhirat kelak yang kekal.

Ya Allah yang maha adil, tunjukkan kepada kami semua warga Jatisari yang salah itu salah, yang benar itu benar, berikanlah kami kekuatan untuk menegakkan keadilan di bumi Jatisari yang kami cintai ini, berikanlah kami kekuatan untuk melawan kezaliman-kezaliman di bumi Jatisari ini, lemahkanlah ya Allah, lemahkanlah kezaliman-kezaliman yang ada di kampung kami.

Ya Allah yang maha pemberi petunjuk, berikanlah hidayahmu kepada kami semua warga Jatisari, berikanlah hidayah kepada kami semua agar kami bisa beribadah kepadamu dengan khusyuk, agar kami bisa beramal sholeh, bisa melakukan amal jariyah, dan bisa melawan godaan duniawi yang selalu hinggap di hati kami.

Ya Allah yang maha membolak-balikkan hati, jadikan hati kami takut dengan azabmu, jadikanlah hati kami ini takut dengan nerakamu, jadikanlah hati ini takut berbuat zalim, jadikanlah hati ini takut berbuat curang, takut berbohong, takut menipu, takut untuk memutarbalikkan fakta, takut untuk serakah, takut melawan kebenaran, dan bukalah pintu taubatMu untuk kami.

Ya Allah, berikanlah keberkahan pada Lapangan Jatisari ini, berikanlah kami kekuatan untuk memperjuangkan ganti rugi lapangan ini seperti Engkau telah memberikan kekuatan kepada orang-orang sebelum kami yang dahulu telah memperjuangkan keberadaan lapangan ini, sehingga kami bisa mendapatkan lapangan yang baru.

Ya Allah, andaikan memang ganti rugi ini kami tidak berhasil memperjuangkannya karena memang sudah menjadi ketetapanMu, maka ya Allah, jauhkanlah kami dari bala, jauhkan kami dari perang saudara, jauhkan kami dari saling bermusuhan, jauhkan kami dari marabahaya, berikanlah kami seluruh warga Jatisari kekuatan, berikanlah kami kelapangan rezeki, berikanlah kami akal yang baik, berikanlah kami kedamaian, keselamatan, kesehatan, agar kami bisa mengadakan tanah lapangan yang baru.

‌Ya Allah, setelah kami sungguh-sungguh berusaha, setelah kami sungguh-sungguh berdoa, maka jadikanlah kami orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam bertawakal di jalanMu, ikhlas atas ketetapan yang telah Engkau tetapkan. Jadikanlah bumi Jatisari menjadi bumi yang penuh dengan barokahMu.

‌Amin ya Robbal Alamin….

Wahai warga Jatisari, bersatulah, jangan biarkan kita bercerai berai, kita ini saudara, anak cucu kita nanti yang akan menggunakan lapangan, marilah kita satu barisan untuk sama-sama memperjuangkan lapangan ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*