Bermain Tanah Jatisari

0
576
Petualang CIlik Jatisari
Petualang CIlik Jatisari

Angin berhembus sepoi-sepoi, matahari bersinar dengan cerahnya, nampak Acan dan teman-temannya sedang asyik bermain layang-layang, ada layangan yang berbuntut ada juga yang tidak, sesekali layang-layang itu berputar-putar karena diterpa angin yang kuat sampai akhirnya layang-layang tersebut lepas kendali dan menyangkut di pepohonan. diantara anak-anak nampak mas Eko Prabowo dan dengan kameranya mendokumentasikan setiap pergerakan Acan dan teman-teman, sementara mas Ardhi mendokumentasikan layang-layang yang sedang terbang tiggi menuju langit.

Itulah sekelumit deskripsi tentang proses pembuatan film dokumenter Permainan Tradisional anak-anak Jatisari. Film dokumenter ini mengisahkan tentang pengenalan kembali permainan tradisional kepada anak-anak zaman sekarang yang cenderung sudah acuh karena terbiasa dengan Play Station, Game Online, bermain di Tablet, Smart Phone, X box dan lain sebagainya yang kesemuanya itu hanya permainan jaridan otak saja. Inilah mungkin yang menjadi penyebab anak zaman dulu lebih kuat-kuat dibanding sekarang, karena dulu mereka harus punya fisik yang kuat supaya bisa menang, otomatis mereka harus makan yang banyak, belajar strategi, dan belajar empati agar memiliki banyak teman. 😀

Berbeda dengan permainan traditional, anak-anak dituntut untuk pintar strategi dan memiliki fisik yang kuat agar mereka bisa memenangkan pertandingan. selain itu mereka juga dituntut untuk bisa bersosialisasi dengan anak-anak lain sehingga memiliki teman yang banyak, semakin banyak teman maka semakin banyak permainan yang bisa dilakukan. Intinya permainan tradisional itu pasti lebih real dibandingkan game online dan lebih mengasah otak, otot, dan hati. :v

Dalam project ini ada 13 Jenis permainan yang didokumentasikan yaitu Benthik/Gatrik, Petak Umpet, Taplak/Engklek, Kreweng, Bentengan, Kelereng, Layang-Layang, Yoyo, Main Tali, Jamuran, Ular Naga, Egrang, dan Gobak sodor. Semua permainan ini memerlukan fisik yang kuat apalagi dalam proses pembuatan film harus ada beberapa adegan yang diulang-ulang, tetapi kami melakukan ini semua dengan senang hati dan dari hati sehingga rasa lelah tak kami rasakan, kaki tertusuk duripun tidak menghalangi kami untuk menyelesaikan semua judul permainan, apalagi setelah beberapa permainan selesai kami beristirahat dan disediakan makanan ringan oleh tim konsumsi.

Waktu istirahat kami selanjutnya yaitu saat azan berkumandang. Ketika azan kami harus off dan menuju masjid untuk memenuhi panggilan azan yaitu Sholat berjamaah. Hadis Nabi Muhammad SAW: “Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat?” ia menjawab, “Ya” beliau berkata lagi, “Kalau begitu, penuhilah”. (Dikeluarkan oleh Muslim, Kitab Al-Masajid (653)).

Pengambilan gambar dari semua judul ini kami lakukan selama 2 hari lebih detailnya 10 Jam Kerja efektif proses live shoot. Kami mulai hari Sabtu sore, berlanjut malam Minggu, lalu mulai lagi Minggu pagi hingga Isya. Walaupun kami lelah, capek dan pegal-pegal diseluruh sendi namun kami senang sekali bisa menyelesaikan semua jenis permainan. semoga project ini bisa menginspirasi kita semua untuk mengajak anak-anak kita kembali ke halaman untuk bermain tanah dan menggerakkan seluruh persendian mereka. Mari kita ajak mereka untuk berkeringat dan menjadikan mereka generasi yang yang ahli strategi, generasi kuat dan dapat bersosialisasi dengan baik di lingkungan sekitarnya.

“Secanggih apapun Teknologi Layar sentuh yang kita miliki atau kita berikan pada anak tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan kasih sayang keluarga pada anak-anaknya. Percayalah..” -ayah edy-

“Aku tidak rela jika anak cucuku kelak tidak mengenal apa itu gatrik/benthik. Training singkat 13 jenis permainan traditional dalam 10 jam kerja. Semoga mereka dapat bersenang-senang dengan gratis. Lupakan PB, Lupakan FB, lupakan tablet, lupakan GTA, lupakan PS3mu. Lupakan semua Game 0nline Mu. Lepas sendalmu, Mari kita bermain-main dengan debu sepuas-puasnya, bermain dengan angin, berlarilah sekencang-kencangnya, aturlah strategi untuk kemenanganmu, berteriaklah sekeras-kerasnya, keluarkan keringatmu … Mari kita bersenang-senang dengan alam” -Ahmad Suhardi Jatisari-

Petualang Cilik Jatisari
Anak-anak Berfoto Bersama Anak Sapi

 

Membuat Egrang
Membuat Egrang

 

Petualang cilik Jatisari
Berfoto Bersama setelah shoot Egrang

 

Hana Bermain Tali
Hana Bermain Tali

 

Menikmati Snack Petualang CIlik Jatisari
Menikmati Snack
Proses pengambilan Gambar Film Dokumenter "Peci"
Proses pengambilan Gambar Film Dokumenter “Peci”

Sumber Foto: FB Mas Eko dan Mas Ardi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*