Sekecil apapun kebaikan yang kita bagi ke orang lain, pasti akan memantul ke diri kita kembali, dan tentu saja ada perhitungannya di sisi Allah SWT, Tuhanku dan Tuhanmu, Tuhan seluruh Alam. Oleh karena itu berbagilah kebaikan walaupun hanya seberat biji sawi.

Pengalaman praktik yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari adalah ilmu yang sangat berguna bagi orang lain agar dapat mengambil kebaikan dari pengalaman kita.

Misal kita ada pengalaman cara masak nasi yang cepat, maka bagilah. Cara mengiris bawang supaya mata tidak pedih, maka berbagilah. Di luar sana, ada orang-orang jahat yang sedang berbagi kejahatannya pula, oleh karena itu kita harus lawan atau setidaknya imbangi kejahatan mereka dengan berbagi kebaikan terhadap sesama.

Stop membagikan berita hoax, dan tangkal hoax dengan berbagi pengalaman praktik. Misal, ada anggapan jika orang darah tinggi kena stroke, maka darah tingginya akan sembuh. Tidak mungkin kambuh lagi. Anggapan ini adalah SALAH.

Mindset Ini bahaya dan membahayakan, karena ternyata orang yang stroke sangat berpotensi untuk bisa stroke kembali, pengalaman ini kami dapati dari kejadian ibu kami sendiri.

Cukuplah sampai di kami saja mindset salah di atas. Sangat berbahaya jika banyak orang yang memakai mindset salah di atas. Jadi ubahlah mindset di atas, yang benar adalah orang darah tinggi kena stroke, maka akan berpotensi darah tingginya kumat lagi dan sangat memungkinkan akan terkena stroke kembali.

Jadi pantau tensi pasien pasca stroke, pantau selama hidupnya, selalu diskusikan dengan dokter apa saja yang boleh dan tak boleh di lakukan, periksakan ke medis aebulan sekali, pantau setiap hari tensinya, dan pola makan harus baik, terutama hindari makanan terlalu asin.

Nah pola pikir kita banyak yang beranggapan, darah tinggi tak boleh makan daging kambing. Ternyata itupun belum cukup untuk menjaga tensi agar tak melonjak, ternyata makanan terlalu asin juga pantangan sekali bagi penderita darah tinggi. Ini juga yang tidak ter-“mindset” dalam keluarga, sehingga “miss” dan akhirnya ibu kami harus di opname kembali.

Tapi dibalik itu semua hanya perantara saja, ada sebab-sebab lain yang mungkin juga belum sampai ilmunya kepada kami, tapi takdir Allah-lah yang harus dijalani hambanya, manusia nanti seperti ini, seperti ini, ini, dan ini. Semua itu takdir Allah, dan perantara-perantara itu bisa dijadikan pengalaman bagi orang lain agar “tidak masuk ke dalam lubang yang sama”

Maka dari itu pengalaman berharga ini kami bagikan dengan harapan bisa dijadikan sebagai referensi, tambahan pengetahuan, dan dapat jadi perhatian, dengan harapan bisa menyelamatkan orang-orang yang kita cintai supaya terhindar dari pengalaman buruk yang kami alami.

Wallahua’lam bisshowab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here