Air Batu Kayu Bensin

1
574

"Video Ilustrasi Sebuah Konflik"

Manusia dengan segala keterbatasannya mau tidak mau, suka tidak suka adalah merupakan makhluk sosial yang harus bersosialisasi dengan lingkungan sosialnya, seperti di rumah, kantor, bermasyarakat, bahkan di kehidupan mayapun manusia akan bersosialisasi melalui media sosialnya masing-masing.

Dalam bersosialisasi, gesekan antar pemikiran tidak mungkin dihindari, ide yang bertolak belakang, mengedepankan kepentingan individu, dan berbagai hal yang dapat memicu terjadinya konflik selalu ada dalam bersosialisasi. Konflik terjadi sebagai indikasi bahwa manusia adalah makhluk yang berakal dan berpikir, ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban masing-masing individu menjadi pemicu utama terjadinya konflik. selain itu juga sifat dan tabiat masing-masing individu dapat mempengaruhi terjadi atau tidak terjadinya sebuah konflik. Besar kecilnya konflik dipicu karena ada ketidak seimbangan hak dan kewajiban antar dua individu atau kelompok.

selain tabiat dan sifat, saling memahami dan memaklumi masing-masing individu juga akan meminimalkan konflik yang terjadi. sebagai contoh jika ada sebuah gesekan pemikiran kecil yang dilakukan individu A terhadap B, misal gesekan yang dilakukan individu A diibaratkan sebagai percikan bunga api, Individu B diibaratkan bensin, dan Konflik yangterjadi diibaratkan Kebakaran,  maka jika percikan bunga api ini mengenai bensin maka akan terjadi sebuah kebakaran hebat, tapi jika percikan api ini mengenai kayu atau batu maka tidak akan mungkin terjadi bara api, apalagi jika mengenai air maka sumber percikan tersebut akan langsung dipadamkan oleh air.

sama seperti manusia jika ada gesekan pemikiran kecil maka postensi terjadinya konflik akan tergantung dari individu yang digesek. misal individu tersebut memiliki tabiat mudah tersinggung, pemarah, Egois, berprasangka buruk, maka gesekan kecil tersebut akan langsung menimbulkan konflik yang luar biasa. orang seperti ini diibaratkan seperti bensin yang siap membakar jika ada sedikit percikan api.

lain halnya jika lawan individu tersebut memiliki jiwa yang pemaaf, suka menolong, rela mengalah, ikhlas, sabar, suka menasehati, memiliki iman yang kuat, berilmu, memiliki kedudukan kuat, dan selalu berprasangka baik, maka gesekan kecil tidak mampu menciptakan konflik, bahkan gesekan tersebut akan diredam dan dipadamkan dengan sifat arifnya. orang tersebut diibaratkan seperti air yang jika di perciki api maka api tersebut akan dipadamkan. Manusia yang memiliki sifat tersebut contohnya adalah Ulama, ahli agama, dan orang-orang bijak. Walaupun Mereka dicerca tapi tetap menasehati dan meredam konflik.

Sementara manusia yang memilki sifat perumpamaan seperti kayu, dia akan terus sabar dan sabar menerima gesekan-gesekan kecil, seiring berjalannya waktu gesekan kecil yang terjadi terus menerus akan mengakibatkan kayu menjadi panas, jika mencapai titik jenuhnya maka si percikan api kecil tersebut mampu juga membakar si kayu, konflik besarpun tak tereleakkan, manusia seperti ini biasanya mempunyai prinsip "kesabaran ada batasnya". manusia tersebut juga jika ada gesekan besar maka akan segera terbakar. perlu diingat bahwa yang dikatakan sabar seharusnya tetaplah sabar, tidak ada batasnya.

Sifat perumpamaan yang terakhir adalah batu, manusia seperti ini tidak akan bisa terbakar walaupun diberi gesekan kecil maupun besar, dia akan tegar, tabah, ikhlas, menerima setiap gesekan besar maupun kecil, biasanya orang seperti ini mempunyai prinsip pasrah akan kehendak sang pencipta yaitu Allah SWT, segala urusan dia kembalikan kepada Allah, karena sebaik-baik pelindung dan penolong adalah Allah, manusia seperti ini biasanya tidak mampu menasehati si pemberi gesekan karena situasi, kondisi dan status yang sangat tidak memungkinkan, dia juga berprinsip habis gelap terbitlah terang, dan jika dia dianiaya sementara dia tidak bisa melawan maka dia akan mengucapkan "Ora iso mbales sing mbales sing kuoso" – Tidak bisa membalas yang membalas yang kuasa (Allah SWT).

Kita sadar segala bentuk konflik akan menyebabkan ketidaknyamanan pada keduabelah pihak yang bertikai, jika salah satunya tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan pertikaian atau mencari solusi maka konflik akan semakin besar-melebar dan biasanya akan mengajak sekutu untuk ikut serta dalam konflik tersebut, jika dibiarkan maka akan terjadi perang besar yang banyak memakan korban jiwa-jiwa yang tak bersalah. Diskusi dan saling memahami harus segera dikedepankan jika terjadi gesekan kecil agar tercipta solusi yang win-win Solution bagi keduanya.

Maaf adalah elemen penting untuk menyelesaikan konflik

semoga kita bisa memilki sifat seperti air yang mampu memadamkan percikan gesekan kecil maupun besar, atau setidaknya jika tidak mampu maka berusahalah untuk bisa seperti batu yang memiliki kepasrahan dan keikhlasan dalam menerima cobaan dan ujian dari Allah SWT. semoga kita bukan termasuk golongan bensin yang segera mengedepankan emosi jika ada gesekan kecil, selidikilah terlebih dahulu, pahami keadaan orang lain, lihatlah situasi kondisi si pemberi gesekan, jika kita paham, toleransi, maaf, dan maklum, InsyaAllah kita bisa hidup damai dalam bermasyarkat, berbangsa dan bernegara. Keamanan dan kedamaian adalah sebuah syarat penting untuk terciptanya kesejahteraan lahir bathin dalam kehidupan sosial, dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, menurut hadis shahih "sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain".

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, Semoga tulisan ini bermanfaat. amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

*